Ketika ku
hirup segarnya udara pagi,,, melihat indahnya langit berwarna jingga yang lama
kelamaan menjadi warna kuning dan kemudian menjadi terang... ada perasaan yang
berbeda dalam hatiku... untuk pertama kalinya aku merasa aku bukan apa-apa,,
merasakan bahwa aku seperti virus yang sangat kecil dan tak tampak oleh mata,,
merasakan bahwa kuasa-Nya sungguh nyata.. merasakan bahwa ada hal lain di dunia
ini selain kita, merasakan indahnya ciptaan-Nya..
Ini tentang
pengalaman sekitar 3 tahun yang lalu... pengalaman pertama yang menyadarkanku, dan
membuat ku candu untuk kembali.. sekitar
tanggal 16-17mei 2015 untuk pertama kalinya mampu merasakan lelahnya berjalan untuk
satu tujuan yaitu puncak, tak terlalu tinggi memang hanya sekitar ±1.726 MDPL, saat pertama kali
diajak untuk naik ke Andong, tentu tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan
tersebut..waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Bertepatan dengan
kelulusan anak kelas 3.. Rombongan kami sekitar 10 orang kami baru berangkat
dari SMA sekitar pukul 2 siang tentu tidak terlalu pagi karena memang jarak nya
tidak terlalu jauh.. kami sampai di basecamp
pendakian sekitar ba’da magrib dan memutuskan untuk beristirahat di basecamp
sampai isya. Masih di basecamp, udara dingin sudah mulai terasa. Kami memutuskan
untuk mulai naik setelah ba’da isya.. ya karena mendaki saat malam itu tidak
terlalu menguras tenaga.
Perasaanku
campur aduk ya karena memang tidak punya pengalaman sama sekali dan karena
untuk pertama kali atau bisa dibilang sangat amatir tentu ada perasaan takut
sejenak, rasa takut apabila tak mampu menahan dingin. Namun yang kutakutkan
tidak lah terjadi tak seperti yang kuduga,, bahkan aku tak merasakan dingin
saat naik.. bajuku justru basah karena keringat... aku justru sangat
bersemangat untuk terus melangkah dan melangkah. Terkadang rasa lelah
menghampiri, sebentar-sebentar aku beristirahat dan meneguk sedikit air menjaga
agar tenggorokan ku tidak kering setelah beristirahat akupun melanjutkan langkahku,,,
Tentu bukan hanya rombongan kami yang naik, dijalan kami berpapasan dengan
beberapa pendaki lain,, ada hal yang paling kusuka saat mendaki, entah kalian
kenal atau tidak entah kalian darimana. Selalu ada keramahan antar pendaki yang
selalu menyapa saat bertemu. Inilah ciri khas orang Indonesia, dikenal karena keramahannya.
Saat aku
merasa lelah, dan sesekali ada rasa ingin berhenti berjalan,, saat itu juga aku
memikirkan indahnya puncak,yang terus memacuku untuk terus berjalan.
Belum sampai puncak saja dari
ketinggian beberapa mdpl aku sudah bisa melihatnya indahnya lampu-lampu kota,
seperti bintang tapi berada di bawah hehe..
Aku dan rombongan sampai di
basecamp terakhir di puncak andonng sekitar pukul 10 malam dan ternyata sampai
diatas penuh dengan para pendaki.. dan sedikit kesulitan mencari tempat untuk
mendirikan tenda.. tapi untunglah masih ada tempat sehingga kita bisa
mendirikan tenda disana,,setelah tenda terpasang kita mulai beristirahat dan
mengisi perut,, setelah itu kita berbincang-bincang dan menikmati indahnya
langit dimalam hari dari ketinggian., yang selalu dikejar setiap pendaki adalah
bisa melihat matahari terbit.. dan benar saja sinar matahari di pagi hari di
atas ketinggian memang sungguh indah,, tak mampu ku berkata-kata betapa
indahnya ciptaan-Nya. Sungguh menikmati keindahan ciptaanya dengan cara yang
berbeda adalah pengalaman yang tak akan pernah kulupakan, perasaan yang akan
selalu kurindukan dan membuatku ingin kembali-kembali dan kembali lagi.
Nb:susah banget untuk ambil foto di spot itu ya karena
saking ramenya dan harus antri ekek
Nb: dinamakan punuk sapi karena bukitnya berbentuk seperti
punuk sapi,,btw muka tidak bisa dikondisikan wkwk abaikan kantung mata yang
sejak dahulu memang sudah besar
Setelah pulang capeknya baru kerasa, muka kering dan kaki
sakit wkwk



