Setelah sekian lama akhirnya aku
kembali lagi nih, ku rasa blog masih menjadi platform yang aman buat nulis atau
bisa dibilang buat nyurahin perasaan. Sempet beberapa kali beralih ke twitter
tapi ya nyatanya emng ga aman hehe. Akhirnya ku putuskan buat lanjut nulis di
blog aja. Kalau di beberapa tulisanku kemarin aku selalu bilang kalau kita tu
harus semangat buat ngejar apa yang kita mau, rasa bosan itu pasti ada. Tapi
nyatanya sampai di akhir semester gini
kayaknya ucapanku salah deh. Tepat di semester 8 ini justru aku nggak menemukan
siapa diriku. Aku justru enggak tau tujuan ku apa, dan jadi orang yang nggak
tau arah. Di saat orang-orang disekitarku punya ambisi untuk mencapai
tujuannya, di sini aku justru merasa kalau aku ini nggak tau tujuan.
Aku bukanlah aku yang dulu. Inget
banget tu waktu smp aku orang yang ambisius, aku punya target yang akan ku
capai dan aku akan melakukan apapun untuk mencapai target ku. Pernah tu waktu
mau ujian nasional aku punya target buat nilai UN ku minimal 30. Dan untuk
menunjukkan kalau aku bisa, aku sampe nempelin semua materi UN ke semua tempat
mulai dari lemari sampai dinding kamarku. Jadi, setiap aku mau tidur aku pasti
ngeliat materi-materi itu. Otomatis aku bisa hafal. Menjelang SMA kayaknya
ambisiku juga mulai memudar. Saat UN nilaiku nggak bagus- bagus amat, ya karena
memang usahaku nggak maksimal. Apalagi waktu mau cari universitas, makin payah
deh aku. Waktu itu aku enggak lolos SNMPTN yang harusnya aku bisa masuk
universitas impianku. Trus aku coba ke SBMPTN lagi-lagi aku gagal. Aku sempat
memutuskan untuk gapyear, dan mencoba lagi di tahun depan, tapi sayangnya orang
tua malah nyuruh buat masuk universitas swasta. Dan ya universitas swasta nggak buruk ko,
sebenarnya semua tergantung dari pribadi masing-masing, mau dimana pun itu
kalau pribadinya baik maka akan jadi baik juga. Tapi aku rasa ada hal yang
mendasari mengapa sampai sekarang aku masih gini-gini aja. Kalau bisa dibilang sebenarnya
aku cukup lancar di dunia perkuliahan. Semua baik-baik aja, enggak ada kendala
yang spesifik tentang akademi. Tapi aku mersa kalau ya hidupku itu monoton,
ibaratnya engga ada feel nya. Kadang aku merasa salut sama orang-orang yang
memiliki ambisi dan mimpi, karena dengan adanya mimpi otomatis orang itu punya
gairah dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Dan itu sama
halnya dengan kehidupan. Hidup itu terus berputar,kamu punya tujuan dan kamu
akan terus berusaha untuk mewujudkan tujuanmu itu, dan ketika tujuan itu sudah
terpenuhi maka akan muncul tujuan lain yang harus kamu wujudkan,terus begitu berulang.
Balik lagi ke masa kuliah. Aku menjalani
masa kuliah ya ibaratnya just let it flow. Engga ada suatu semangat atau suatu
ambisi yang harus ku kejar atau ku dapatkan, dan itu sebenarnya yang membuat
munculnya kegelisahan hati. Entahlah apakah ini termasuk dalam quarter life
crisis or what ever it is. Yang pasti aku merasa ada yang kurang dalam hidupku.
Bahkan aku sendiri engga ada pandangan apa yang akan ku lakukan kedepannya, aku
ingin kerja apa dan dimana aku juga belum memikirkan hal tersebut. Kadang aku
bertanya pada diriku sendiri sebenarnya apa yang ku mau dan apa yang ku suka,
dan sampai saat ini pun aku belum menemukan jawabannya. Entah kadang aku merasa
bahwa aku ini orang yang aneh. Yang engga punya tujuan dan engga tau harus apa,
aku Cuma ngikuti alur yang udah ada tanpa bisa keluar dari zona ku. Apakah sebenarnya
ini rasa putus asa tapi tak terlihat atau ini hanya belum masanya saja untukku
entahlah aku juga tak memahaminya. Dan apakah hanya aku seorang yang merasa bahwa
tak mempunyai kemampuan apapun dan ketertarikan apapun yang bisa mendorongku
untuk berusaha lebih lagi. Aku juga tidak tau kapan aku akan menemukan jati
diriku. Yang jelas aku sedang berusaha untuk menemukan apa sebenarnya tujuanku
apa yang ingin aku dapatkan dan apa yang seharusnya aku lakukan. Itulah kegelisahanku
selama ini. Entah penting tidak untuk dimasukan kedalam blog tapi yang pasti
aku hanya ingin mengungkapkan apa yang kurasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar