Minggu, 09 Desember 2018

1


Ketika ku hirup segarnya udara pagi,,, melihat indahnya langit berwarna jingga yang lama kelamaan menjadi warna kuning dan kemudian menjadi terang... ada perasaan yang berbeda dalam hatiku... untuk pertama kalinya aku merasa aku bukan apa-apa,, merasakan bahwa aku seperti virus yang sangat kecil dan tak tampak oleh mata,, merasakan bahwa kuasa-Nya sungguh nyata.. merasakan bahwa ada hal lain di dunia ini selain kita, merasakan indahnya ciptaan-Nya..

Ini tentang pengalaman sekitar 3 tahun yang lalu... pengalaman pertama yang menyadarkanku, dan membuat ku candu untuk kembali..  sekitar tanggal 16-17mei 2015 untuk pertama kalinya mampu merasakan lelahnya berjalan untuk satu tujuan yaitu puncak, tak terlalu tinggi memang hanya sekitar ±1.726 MDPL, saat pertama kali diajak untuk naik ke Andong, tentu tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan tersebut..waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Bertepatan dengan kelulusan anak kelas 3.. Rombongan kami sekitar 10 orang kami baru berangkat dari SMA sekitar pukul 2 siang tentu tidak terlalu pagi karena memang jarak nya tidak terlalu jauh.. kami sampai di basecamp pendakian sekitar ba’da magrib dan memutuskan untuk beristirahat di basecamp sampai isya. Masih di basecamp, udara dingin sudah mulai terasa. Kami memutuskan untuk mulai naik setelah ba’da isya.. ya karena mendaki saat malam itu tidak terlalu menguras tenaga.
Perasaanku campur aduk ya karena memang tidak punya pengalaman sama sekali dan karena untuk pertama kali atau bisa dibilang sangat amatir tentu ada perasaan takut sejenak, rasa takut apabila tak mampu menahan dingin. Namun yang kutakutkan tidak lah terjadi tak seperti yang kuduga,, bahkan aku tak merasakan dingin saat naik.. bajuku justru basah karena keringat... aku justru sangat bersemangat untuk terus melangkah dan melangkah. Terkadang rasa lelah menghampiri, sebentar-sebentar aku beristirahat dan meneguk sedikit air menjaga agar tenggorokan ku tidak kering setelah beristirahat akupun melanjutkan langkahku,,, Tentu bukan hanya rombongan kami yang naik, dijalan kami berpapasan dengan beberapa pendaki lain,, ada hal yang paling kusuka saat mendaki, entah kalian kenal atau tidak entah kalian darimana. Selalu ada keramahan antar pendaki yang selalu menyapa saat bertemu. Inilah ciri khas orang Indonesia, dikenal karena keramahannya.

Saat aku merasa lelah, dan sesekali ada rasa ingin berhenti berjalan,, saat itu juga aku memikirkan indahnya puncak,yang terus memacuku untuk terus berjalan.
Belum sampai puncak saja dari ketinggian beberapa mdpl aku sudah bisa melihatnya indahnya lampu-lampu kota, seperti bintang tapi berada di bawah hehe..
Aku dan rombongan sampai di basecamp terakhir di puncak andonng sekitar pukul 10 malam dan ternyata sampai diatas penuh dengan para pendaki.. dan sedikit kesulitan mencari tempat untuk mendirikan tenda.. tapi untunglah masih ada tempat sehingga kita bisa mendirikan tenda disana,,setelah tenda terpasang kita mulai beristirahat dan mengisi perut,, setelah itu kita berbincang-bincang dan menikmati indahnya langit dimalam hari dari ketinggian., yang selalu dikejar setiap pendaki adalah bisa melihat matahari terbit.. dan benar saja sinar matahari di pagi hari di atas ketinggian memang sungguh indah,, tak mampu ku berkata-kata betapa indahnya ciptaan-Nya. Sungguh menikmati keindahan ciptaanya dengan cara yang berbeda adalah pengalaman yang tak akan pernah kulupakan, perasaan yang akan selalu kurindukan dan membuatku ingin kembali-kembali dan kembali lagi.

Nb:susah banget untuk ambil foto di spot itu ya karena saking ramenya dan harus antri ekek

Nb: dinamakan punuk sapi karena bukitnya berbentuk seperti punuk sapi,,btw muka tidak bisa dikondisikan wkwk abaikan kantung mata yang sejak dahulu memang sudah besar
Setelah pulang capeknya baru kerasa, muka kering dan kaki sakit wkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar