Kamis, 27 Desember 2018

merah jambu Vs Abu-abu


Postingan kali ini kayaknya sedikit lebe dan ya hmm, sebenarnya agak gak mutu gitu. Tapi fenomena ini sering terjadi dikalangan anak milenial,, cieh anak milenial heuheu, enggak deng semua aku rasa. Oke pernah nggak kalian di tanyain gini “ Pilih pacar atau temen ?” kalau muncul pertanyaan gitu kalian bakal jawab apa coba?,, ya pasti sulit ya karena baik pacar atau temen punya peran masing-masing dalam kehidupan kita, tapi ya enggak semua orang menyamakan antara pacar dan temen ada sebagian orang yang memang berat di salah satunya. Pernah nggak kalian ngajak temen kalian nonton dan temen kalian nolak karena katanya enggak suka sama filmnya, tapi dilain waktu, waktu temen kalian diajak pacarnya nonton film yang sama seperti yang kalian tawarkan, temen kalian itu justru mengiyakan.
Hmm terkadang sulit dimengerti ya wkwk bukan berarti kalian tidak penting, tapi kalian hanya berada di posisi kedua setelah pacarnya, hehe. Gini deh aku rasa cinta kita keteman beda dengan rasa cinta ke pacar, ya tentu beda lah ya wkwk seiring berjalannya waktu aku semakin sedikit memahami, terkadang seorang teman rela melakukan apa saja untuk seseorang, tetapi terkadang orang tersebut tidak pernah menyadarinya. Yang paling penting adalah teman mu akan selalu ada dan membantumu terlebih dahulu dari pada pacarmu,  ya itulah fenomenanya. Teman yang sebenarnya sudah hadir lebih dahulu tentu tidak bisa diabaikan begitu saja bukan. Menyadari bahwa seorang teman akan selalu mendukungmu dan membantumu di setiap kesulitanmu. Pernah enggak kalian berfikir sejenak pacar itu Cuma pengisi hati kita, dan terkadang datangnya lebih lambat di bandingkan sama teman kita. Ketika kita ada kesulitan terkadang teman yang menjadi tempat pertama yang kita tuju. Ya beginilah hidup wkwk.
Tapi enggak semua orang seperti itu kok, masih banyak lagi orang yang menyeimbangkan antara pertemanan dan pacar, biasanya mereka melihat dari skala prioritas mana yang lebih dahulu penting dan mendesak maka akan di dahulukan.
Sudah ku katakan bahwa postingan ini sangat tidak mutu wkwk tapi tetap mau pos sih hehe.
            Namanya juga manusia pasti memiliki berbagai watak dan sifat yang saling berbeda dan beraneka ragam, kita enggak bisa memaksakan seseorang harus sama atau harus baik ya karena kita memang diciptakan berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menerima kekurangan orang lain sebagai hal yang wajar.

Jumat, 14 Desember 2018

Introvert

     Pernah  nggak kalian merasa kalian lebih nyaman untuk sendiri di bandingkan saat berada di sekitar orang yang ramai ? apalagi kalau orang tersebut belum dekat dengan kalian, kalian akan cenderung menghindar.  Nah ciri-ciri  yang aku sebutin tadi bisa termasuk kedalam orang yang memiliki kepribadian yang di sebut introvert. Jadi sebenarnya kepribadian introvert itu seperti apa sih?,, aku sebenarnya juga baru tahu tentang jenis kepribadian ini, ya karena aku merasa bahwa aku lebih menyukai menyendiri dari pada berada di tempat yang ramai,, terus coba-coba mencari tahu kenapa dan ketemu dengan sebuah penjelasan tentang kepribadian ini.

    Jadi aku ini termasuk orang yang suka sendiri ya walaupun kadang merasa kesepian juga heuheu haha. Tapi bukan berarti aku enggak bisa bergaul dengan orang lain ya, aku bisa kok bergaul dengan yang lain, tapi enggak  langsung bisa dekat sih hehe kayak perlu waktu untuk mengenalnya lebih jauh eakk eakk, selain itu aku juga nggak terlalu suka kalau harus kontak mata sama orang lain saat bicara, wkwk sebenernya aku juga nggak tahu kenapa hanya nggak suka aja, kecuali sama orang yang bener-bener dekat dengan ku,, aku juga termasuk orang yang enggak bisa  ngomong di depan umum, istilahnya mungkin demam panggung ya. Aku juga cenderung orang yang pendiam tapi untuk beberapa orang tertentu sih, kalau udah kenal ya pasti cerita panjang lebar heuheu. Suka  self Talking kadang sih eh sering deng hehe..  dan juga tingkat percaya dirinya yang kurang hehe

     Eh btw kalau dilihat-lihat kayaknya penuh dengan kekurangan ya, wkwk iya lah manusia mana yang enggak punya kekurangan. aku juga termasuk orang yang flexibel sih jadi jika disandingkan (eak disandingkan) maksudnya kerja sama sama siapa aja oke oke aja sih.. dan bukan termasuk orang yang pilih-pilih jadi sama siapa aja bisa, ya Cuma mungkin butuh waktu beradaptasi (di baik-baikin dikit ndak papa lah ya  hehe). Tapi sebenarnya aku juga enggak tahu pasti , aku termasuk ke dalam orang yang introvert atau bukan  hehe.. ada yang mau aku perbaiki sih tentang ngomong di depan umum yang masih nervouse. Masih tahap belajar pokoknya.

     hehe tapi aku santai aja tuh wkwk dan nggak seburuk yang terlihat sih, selama enggak merugikan orang lain enggak ada yang perlu dikhawatirkan wkwk, dan ya dinikmati aja senyamannya kan hehe masalah orang lain mau ngomong apa ya terserah. Yang penting kita nyaman dan aman wkwk. Kayaknya agak lebe juga sih cerita beginian wkwk tapi ya perlu diketahui bahwa orang yang merasa memiliki sikap seperti itu tidak perlu khawatir dan santai aja. Intinya adalah setiap orang itu pasti memiliki dua sisi yang berbeda, sisi negatif dan sisi positif. Nah perlu diketahui lagi jangan pernah melihat seseorang dari kesalahannya jangan ngejudje orang karena dia punya sisi negatif/ kesalahannya, kenapa tidak melihat seseorang dari sisi baiknya saja karena pasti setiap orang punya sisi baiknya, sekali-kali kita mengabaikan kelemahan seseorang dan memberi kepercayaan kepada mereka, karena kepercayaan itu penting(eakk). Kita juga enggak bisa memaksakan orang lain harus sama dengan kita atau sebaliknya kita enggak  bisa dipaksa menjadi orang lain. Semoga bisa mengambil manfaat yang jelek jangan diambil yak..

Selasa, 11 Desember 2018

dia


Coba tanya ranting yang terbentur angin, sedang daun yang tak berucap pada tiap hembusan yang membanting, teduh matamu menjatuhkan hati yang sulit berpaling, ada yang diam-diam memendam tanpa sedikitpun padam...

Perasaan tidak akan pernah salah menjatuhkan pilihannya,, jika ditanya mengapa,, maka sesungguhnya kau tak akan pernah tahu alasannya mengapa,, yang kau tahu adalah kau merasa aman, nyaman dan senang..
Pertama berjumpa tak mengenal sama sekali, bahkan waktu itu aku hanya berpapasan tanpa tahu nama satu sama lain,, hingga akhirnya dipertemukan dalam organisasi yang sama... awalnya memang tak merasa apa-apa namun seiring berjalannya waktu ada perasaan yang mulai menggangguku,, perasaan ingin selalu bisa melihatnya setiap hari  dan perasaan ingin mengetahui kehidupannya lebih jauh.. sudah ku katakan bahwa aku tak tahu alasannya mengapa,, mengalir begitu saja..
Namun, terkadang aku takut bahwa perasaan itu hanya ilusiku semata,, atau hanya rasa kagumku semata,, untuk itu aku memutuskan untuk memendam dan cukup aku yang tahu,, dengan begitu semua akan berjalan dengan apa adanya,,
tak perlu bersusah payah memikirkannya cukup jalani saja yang ada di depan mata, karena kuyakin ada rencana yang sudah dituliskan untuk kita.

, Jika memang takdir aku percaya bahwa kelak semua akan datang sesuai dengan yang kau harapkan tapi jika memang bukan takdirmu yasudah pasti ada hal lain yang lebih baik bagimu..
Masih banyak hal di luar sana yang belum kita explore,banyak kegiatan yang bermanfaat yang harusnya kita lakukan karena jika hanya memikirkan masalah hati aku rasa itu akan sangat mengganggu... selama masih diberi kesepatan tentu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya..

Minggu, 09 Desember 2018

1


Ketika ku hirup segarnya udara pagi,,, melihat indahnya langit berwarna jingga yang lama kelamaan menjadi warna kuning dan kemudian menjadi terang... ada perasaan yang berbeda dalam hatiku... untuk pertama kalinya aku merasa aku bukan apa-apa,, merasakan bahwa aku seperti virus yang sangat kecil dan tak tampak oleh mata,, merasakan bahwa kuasa-Nya sungguh nyata.. merasakan bahwa ada hal lain di dunia ini selain kita, merasakan indahnya ciptaan-Nya..

Ini tentang pengalaman sekitar 3 tahun yang lalu... pengalaman pertama yang menyadarkanku, dan membuat ku candu untuk kembali..  sekitar tanggal 16-17mei 2015 untuk pertama kalinya mampu merasakan lelahnya berjalan untuk satu tujuan yaitu puncak, tak terlalu tinggi memang hanya sekitar ±1.726 MDPL, saat pertama kali diajak untuk naik ke Andong, tentu tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan tersebut..waktu itu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Bertepatan dengan kelulusan anak kelas 3.. Rombongan kami sekitar 10 orang kami baru berangkat dari SMA sekitar pukul 2 siang tentu tidak terlalu pagi karena memang jarak nya tidak terlalu jauh.. kami sampai di basecamp pendakian sekitar ba’da magrib dan memutuskan untuk beristirahat di basecamp sampai isya. Masih di basecamp, udara dingin sudah mulai terasa. Kami memutuskan untuk mulai naik setelah ba’da isya.. ya karena mendaki saat malam itu tidak terlalu menguras tenaga.
Perasaanku campur aduk ya karena memang tidak punya pengalaman sama sekali dan karena untuk pertama kali atau bisa dibilang sangat amatir tentu ada perasaan takut sejenak, rasa takut apabila tak mampu menahan dingin. Namun yang kutakutkan tidak lah terjadi tak seperti yang kuduga,, bahkan aku tak merasakan dingin saat naik.. bajuku justru basah karena keringat... aku justru sangat bersemangat untuk terus melangkah dan melangkah. Terkadang rasa lelah menghampiri, sebentar-sebentar aku beristirahat dan meneguk sedikit air menjaga agar tenggorokan ku tidak kering setelah beristirahat akupun melanjutkan langkahku,,, Tentu bukan hanya rombongan kami yang naik, dijalan kami berpapasan dengan beberapa pendaki lain,, ada hal yang paling kusuka saat mendaki, entah kalian kenal atau tidak entah kalian darimana. Selalu ada keramahan antar pendaki yang selalu menyapa saat bertemu. Inilah ciri khas orang Indonesia, dikenal karena keramahannya.

Saat aku merasa lelah, dan sesekali ada rasa ingin berhenti berjalan,, saat itu juga aku memikirkan indahnya puncak,yang terus memacuku untuk terus berjalan.
Belum sampai puncak saja dari ketinggian beberapa mdpl aku sudah bisa melihatnya indahnya lampu-lampu kota, seperti bintang tapi berada di bawah hehe..
Aku dan rombongan sampai di basecamp terakhir di puncak andonng sekitar pukul 10 malam dan ternyata sampai diatas penuh dengan para pendaki.. dan sedikit kesulitan mencari tempat untuk mendirikan tenda.. tapi untunglah masih ada tempat sehingga kita bisa mendirikan tenda disana,,setelah tenda terpasang kita mulai beristirahat dan mengisi perut,, setelah itu kita berbincang-bincang dan menikmati indahnya langit dimalam hari dari ketinggian., yang selalu dikejar setiap pendaki adalah bisa melihat matahari terbit.. dan benar saja sinar matahari di pagi hari di atas ketinggian memang sungguh indah,, tak mampu ku berkata-kata betapa indahnya ciptaan-Nya. Sungguh menikmati keindahan ciptaanya dengan cara yang berbeda adalah pengalaman yang tak akan pernah kulupakan, perasaan yang akan selalu kurindukan dan membuatku ingin kembali-kembali dan kembali lagi.

Nb:susah banget untuk ambil foto di spot itu ya karena saking ramenya dan harus antri ekek

Nb: dinamakan punuk sapi karena bukitnya berbentuk seperti punuk sapi,,btw muka tidak bisa dikondisikan wkwk abaikan kantung mata yang sejak dahulu memang sudah besar
Setelah pulang capeknya baru kerasa, muka kering dan kaki sakit wkwk