Postingan kali
ini kayaknya sedikit lebe dan ya hmm, sebenarnya agak gak mutu gitu. Tapi
fenomena ini sering terjadi dikalangan anak milenial,, cieh anak milenial
heuheu, enggak deng semua aku rasa. Oke pernah nggak kalian di tanyain gini “
Pilih pacar atau temen ?” kalau muncul pertanyaan gitu kalian bakal jawab apa
coba?,, ya pasti sulit ya karena baik pacar atau temen punya peran masing-masing
dalam kehidupan kita, tapi ya enggak semua orang menyamakan antara pacar dan
temen ada sebagian orang yang memang berat di salah satunya. Pernah nggak
kalian ngajak temen kalian nonton dan temen kalian nolak karena katanya enggak
suka sama filmnya, tapi dilain waktu, waktu temen kalian diajak pacarnya nonton
film yang sama seperti yang kalian tawarkan, temen kalian itu justru
mengiyakan.
Hmm terkadang
sulit dimengerti ya wkwk bukan berarti kalian tidak penting, tapi kalian hanya
berada di posisi kedua setelah pacarnya, hehe. Gini deh aku rasa cinta kita
keteman beda dengan rasa cinta ke pacar, ya tentu beda lah ya wkwk seiring
berjalannya waktu aku semakin sedikit memahami, terkadang seorang teman rela
melakukan apa saja untuk seseorang, tetapi terkadang orang tersebut tidak
pernah menyadarinya. Yang paling penting adalah teman mu akan selalu ada dan
membantumu terlebih dahulu dari pada pacarmu,
ya itulah fenomenanya. Teman yang sebenarnya sudah hadir lebih dahulu
tentu tidak bisa diabaikan begitu saja bukan. Menyadari bahwa seorang teman
akan selalu mendukungmu dan membantumu di setiap kesulitanmu. Pernah enggak
kalian berfikir sejenak pacar itu Cuma pengisi hati kita, dan terkadang
datangnya lebih lambat di bandingkan sama teman kita. Ketika kita ada kesulitan
terkadang teman yang menjadi tempat pertama yang kita tuju. Ya beginilah hidup
wkwk.
Tapi enggak semua
orang seperti itu kok, masih banyak lagi orang yang menyeimbangkan antara
pertemanan dan pacar, biasanya mereka melihat dari skala prioritas mana yang
lebih dahulu penting dan mendesak maka akan di dahulukan.
Sudah ku katakan bahwa postingan
ini sangat tidak mutu wkwk tapi tetap mau pos sih hehe.
Namanya
juga manusia pasti memiliki berbagai watak dan sifat yang saling berbeda dan
beraneka ragam, kita enggak bisa memaksakan seseorang harus sama atau harus
baik ya karena kita memang diciptakan berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana
kita bisa menerima kekurangan orang lain sebagai hal yang wajar.





