Selasa, 28 Agustus 2018

Peristiwa Penting Menjelang Lahirnya Negara Republik Indonesia

1.      Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sumpah Pemuda yang diikrarkan para pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda Indonesia. Pada tanggal 28 dibacakan ikrar sumpah pemuda:

Pertama : kami putra dan puteri indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air indonesia.
Kedua :kami putera dan puteri indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa indonesia.
Ketiga    :kami putera dan puteri indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia.
Setelah mendengar putusan tersebut, kerapatan mengeluarkan keyakinan, asas ini wajib dipakai oleh segenap perkumpulan kebangsaan Indonesia.

2.      Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Proses pengumuman Proklamasi Kemerdekaan RI melalui perjuangan rakyat sebagai berikut:

a.    Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Badan Penyelidik ini kemudian terbentuk pada tangal 29 April 1945, tetapi baru dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 dan baru mulai bekerja pada tanggal 29 Mei 1945. Dengan terbentuknya Badan Penyelidik ini, bangsa Indonesia dapat secara legal mempersiapkan kemerdekaannya dengan merumuskan syarat-syarat apa yang harus dipenuhi sebagai negara yang merdeka.
b.      Pidato Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
Pada tanggal 29 Mei 1945 itu, Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPPKI) mengadakan sidang pertama. Pidato Mr. Muhammad Yamin itu berisikan lima dasar untuk negara Indonesia Merdeka yang diidamkan-idamkan, yakni:
1)        Perikebangsaan;
2)        Perikemanusiaan;
3)        Periketuhanan;
4)         Perikerakyatan; dan
5)        Kesejahteraan rakyat.
c.       Pidato Ir. Soekamo pada 1 Juni 1945 (Lahirya Pancasila)
Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekamo mengucapkan pidatonya di hadapan Sidang Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan hari ketiga.
Dalam pidato itu dikemukakan juga lima hal untuk menjadi dasar negara merdeka, yang perumusan serta sistematikanya sebagaiberikut.
1.      Kebangsaan Indonesia.
2.      Intemasionalisme atau perikemanusiaan.
3.      Mufakat atau demokrasi.
4.      Kesejahteraan sosial.
5.      Ketuhanan yang berkebudayaan.
Untuk lima dasar negara itu diusulkan beliau agar diberi nama Pancasila.
d.      Piagam Jakarta
Pada tanggal 22 Juni 1945, sembilan tokoh nasional yang juga tokoh-tokoh Dokuritsu Junbi Choosakai mengadakan pertemuan untuk membahas pidato serta usul-usul mengenai dasar negara yang telah dikemukakan dalam sidang-sidang Badan Penyelidik. Setelah mengadakan pembahasan, sembilan tokoh tersebut menyusun sebuah Piagam Jakarta. Di dalamnya terdapat perumusan dan sistematik Pancasila sebagai berikut:
1.    Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2.    Kebangsaan Persatuan Indonesia.
3.    Kemanusiaan yang adil danberadab.
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan. dalam permusyawaratan perwakilan.
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
e.       Peranan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Pada tanggal 9 Agustus 1945 terbentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu funbi Inkai). Ir. Soekamo diangkat sebagai ketua dan Drs. Mohamad Hatta sebagai wakil ketuanya.Kedudukan dan Fungsi, yaitu:
a.       Mewakili seluruh bangsa Indonesia.
b.      Sebagai pembentuk negara (yang menyusun negara Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945).
c.       Menurut teori hukum, badan seperti ini mempunyai wewenang untuk meletakkan dasar negara (pokok kaidah negara yang fundamental).
3.      Naskah dan Arti Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
a.    Naskah Proklamasi dengan Pidato Pengantarnya
Naskah Proklamasi Kemerdekaan ditandatangani oleh Ir. Soekamo dan Drs. Mohamad Hatta atas nama bangsa Indonesia, bertanggal 17 Agustus 1945).
Proklamasi
Kanu bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan
Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain
diselenggarakan
dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta; 17 Agustus 1945 Atas nama Bangsa Indonesia, SOEKAMO – HATTA


b.   Arti Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Adapun arti Proklamasi itu dalam garis besar:
a.       lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b.      puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan berpuluh-puluh tahun sejak 20 Mei 1908,
c.       titik tolak pelaksanaan Amanat Penderitaan Rakyat dan merupakan sejarah pemerintahan Indonesia bermula semenjak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

4.      Pancasila, Pembukaan, dan Batang Tubuh UUD 1945

Dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945 itu, PPKI antara lain telah mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara yang kini terkenal dengan sebutan UUD 1945. UUD 1945 itu terdiri dari dua bagian, yaitu bagian Pembukaan dan bagian Batang Tubuh.

a.    Sistematika UUD 1945 yang Pertama (18 Agustus 1945)
UUD 1945 mempunyai sistematika yang terdiri dari:
1.         Pembukaan yang meliputi 4 alinea (pada alinea keempat tercantum Pancasila sebagai dasar negara kesatuan RI).
2.         Batang Tubuh atau isi UUD 1945 yang meliputi:
a.         16 bab,
b.        37 pasal,
c.         4 Aturan Peralihas, dan
d.        2 Aturan Tambahan.
3.      Penjelasan resmi, yang memuat hukum dasar, empat pokok pikiran, sifat UUD 1945 dan kunci pokok sistem pemerintahan.

b.   Pokok – pokok Pikiran Pembukaan UUD1945

1.    Pokok pikiran pertama ialah bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2.    Pokok pikiran kedua ialah negara hendak mewujudkan keadilan sosial seluruh rakyat.
3.    Pokok pikiran ketiga ialah negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan.
4.    Pokok pikiran keempat adalah bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

c.    Hubungan Antara Pembukaan dan UUD 1945


Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mempunyai fungsi atau hubungan langsung denganbatang tubuhrlya sendiri. Hubungan itu ialah bahwa "Pembukaan" Undang-Undang Dasar 1945 mengandung pokok-pokok pikiran yang dijabarkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal-pasalnya.